Think SMART donk! Thursday, Jul 3 2008 

Kaya’ iklan obat sakit kepala di tv ya? emang udah bisa dipastiin dengan obat penghilang rasa sakit kepala itu kita bisa berfikir cerdas?

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Kasus 1

Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong,
yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di
Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang
mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan
kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah
tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua
kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu
alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian
pengepakan dalam keadaan kosong.

Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.
Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin
sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua
orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan
memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi,
mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak
sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan
pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang
rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah
kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar
dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin
tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin
tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari
jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang
ringan.

Kasus 2

Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka
menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol,
karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk
memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan
12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi
pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam
berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai
dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!

Kasus 3

Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya.
Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa
lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik)
mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah ini. Satu pakar
menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya
lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk
mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang
terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, “Inti dari keluhan
pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu”. Pakar tadi hanya
menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar
pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan “menunggu” dan merasa
“tidak menunggu lift”.

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It
Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga
bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun
solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah
yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi
daripada pada berfokus pada masalah.

Hati-hati dengan Kotak Ajaib di rumah anda Thursday, Jul 3 2008 

Tahun lalu aku sempatkan untuk pulang ke kota kelahiranku di Lhokseumawe. Alhamdulillah kulihat perkembangan sepupuku yang dirawat bonyok cukup menggemaskan. Bayangkan tu anak 3 tahun bijaknya bukan main. Tapi sanking bijaknya tu bocah, ada hal yang agak janggal menurutku… dia jadi tampak agresif, mudah merajuk, mudah marah, cengeng n banyak yang lain dah. Kupikir hal itu sebelumnya wajar, namanya juga anak-anak.

Lama kelamaan aku tau apa masalah utamanya. Si KoTaK aJaiB, teman yang mengisi kekosongan waktunya selama ini, ya… itu biang keladinya!

Ia selalu tampak girang ketika berbagai gambar bergerak muncul dalam KoTaK aJaiB tersebut. Hampir semua hal yang dilihat,sebisa mungkin ditiru olehnya… Mulai dari logat bicara,gaya jalan ,tingkah dan sebagainya.

Itulah mungkin sebuah realita kecil yang tanpa disadari mungkin juga meninpa adik atau anak anda. Itulah dampak yang secara tidak langsung dirasakan oleh spesies Manusia akibat ulah si KoTaK aJaiB. si KoTaK aJaiB yang memiliki nama keren Televisi / TV dari keturunan Adam.

Dikesehariannya bisa kita lihat  bagaimana KoTaK aJaiB di rumah kita menyuguhkan berbagai film, sinetron, telenovela, reality show dan masih banyak lagi. Dan amat disayangkan, di negara kita tercinta ini si KoTaK aJaiB dapat dengan leluasa menampilkan berbagai adegan-adegan yang terkadang tidak layak untuk ditampilkan. Dapat kita lihat bagaimana sinetron-sinetron melankolis yang menggambarkan seorang sosok jahat dan licik hanya demi cinta. Adegan berpelukan dan bermesraan antara laki-laki dan perempuan yang cukup syuuur untuk dipandang mata. Bahkan ada yang menampilkan bagaimana seorang sosok raksasa beraksi diatas ring dengan membanting lawannya dengan berbagai macam gaya.

Belum lagi berbagai film dan sinetron mistik yang membodohi rakyat, mulai dari bangkit dari kubur, sumpah moncong dan segala bentuk acara pembodohan logika lainnya.

Dan secara tidak langsung, inilah yang ditiru oleh generasi-generasi Indonesia. Para bibit-bibit muda yang seharusnya ,mendapat perhatian lebih dari orang tuanya.

You are what u “read” & “watch” Thursday, Jul 3 2008 

Apakah anda percaya ketika kehidupan anda lima atau sepuluh tahun yang akan datang sangat ditentukan oleh buku yang anda baca, acara yang anda tonton dan orang-orang yang anda temui. Untuk itu, jangan salah memilih buku dana acara yang anda tonton serta memilih sahabat anda.

Setelah melakukan riset selama 25 tahun di Harvard tentang kehidupan orang sukses, Dr. David McClelland, menyimpulkan: Pilihan Anda akan sebuah “Kelompok referensi” memiliki pengaruh yang paling besar terhadap keberhasilan Anda dibandingkan dengan hal-hal yang lain. Kelompok referensi boleh jadi adalah buku yang anda baca, sahabat akrab anda, dan juga apa yang anda tonton.

Menurut saya buku, sahabat, dan tontonan adalah cerminan diri anda. Bila anda membaca buku yang berkualitas, memiliki sahabat yang berkompetensi tinggi, dan juga menonton tontotan yang berkualitas, hampir dipastikan anda adalah orang yang hidup lebih bahagia dibandingkan kebanyakan orang. Sebaliknya, bila buku yang anda baca adalah buku “murahan”, sahabat anda kebayakan trouble maker, dan tontonan anda adalah acara-acara yang “norak” maka bisa dipastikan anda adalah sosok yang mengalami kesulitan dalam menata hidup anda.

Ketika buku Rich Dad Poor Dad, seri Cash Flow Quadrant yang ditulis Robert T.Kiyosaki beredar luas di Indonesia maka semua orang berlomba ingin pindah kuadran sebagaimana nasehat dalam buku tersebut. Semua ingin berubah dari seorang pegawai menjadi bisnis owner atau investor.

Sahabat saya Hertanto, seorang akuntan, bahkan mendidik keluarganya dengan cara Kiyosaki. Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ini berani memasang target keuangan; sebelum usia 45 tahun kehidupannya akan berkelimpahan dengan passive income. Bahkan aktivis Partai Keadilan Sejahtera ini juga ingin pensiun dini dari pegawai negeri. Buku-buku Kiyosaki benar-benar telah memberikan pencerahan baru bagi kehidupan Hertanto. Dan saya yakin masih ada ribuan bahkan mungkin jutaan Hertanto lainnya.

Anda juga pasti ingat film Ghost yang dibintangi Demi Moore. Film ini digandrungi banyak kaum wanita. Setelah menonton film ini banyak para wanita yang meniru potongan rambut Demi Moore seperti dalam film itu, potong pendek.

Kaum lelaki pun tak mau kalah. Setelah menonton film Speed para lelaki meniru potongan rambut Keanu Reeves yang menjadi ”jagoan” dalam film tersebut. Rambut cepak menjadi trend bahkan hingga sekarang.

Tewasnya Reza karena di smackdown teman-temannya semakin menguatkan pendapat saya. Tontonan ternyata memberikan pengaruh yang luar biasa. Lantas, generasi seperti apa yang kita harapkan bila tontonan yang ada saat ini kurang berkualitas.

Ada tontonan bergaya kekerasan seperti smackdown yang telah menelan korban. Ada tontonan yang selalu mengajarkan berebut harta dan cinta seperti dalam banyak sinetron. Ada tontonan ”klenik” yang ditonton jutaan anak Indonesia. Ada pula tontonan ”gosip” yang selalu mengabarkan tingkah polah dan keretakan rumah tangga para selebritis.

Selain itu, ada pula tontonan yang memberikan fantasi berebut rizki dengan dalih kuis. Jutaan orang miskin hanya bisa ”ngiler” melihat begitu mudahnya para peserta kuis meraup jutaan bahkan milyaran rupiah. Padahal untuk mendapat selembar puluhan ribu, orang-orang miskin yang menonton acara itu harus banting tulang, kepanasan, kehujanan dan banyak meneteskan keringat.

Masihkah kita berharap bangsa ini mampu bersaing di kancah internasional bila tontonan yang disuguhkan tidak bisa dijadikan tuntunan. Waspadalah.. .waspadalah. …

Siapa kita…. Friday, Dec 14 2007 

Kawan…. terkadang aku merenung, kenapa diri ini bisa menjauh dari nilai kehanifan, kenapa raga ini turut mendukung dalam berbuat maksiat, kenapa begitu mudah hilang rasa malu dan takut pada Sang Penggenggam denyutan nadi ini.

Kenapa…?

Diri ini kadang memberi toleran yang amat berlebih terhadap berbagi bentuk maksiat, itu bisa saja berbentuk dari yang paling kecil. Prasangka kurang baik terhadap saudara, tidak ghadul bashar, mengumpat, menunda shalat fadhlu (sangking keseringan ditolerir ampe kelupaan shalat fardhu… Na’udzubillah).

Kawan… tidakkah pernah kita merenung sejenak, Siapa emangnya diri ini bisa diutus untuk menikmati hidup di dunia ini? Siapa emang diri ini yang udah diberi kemenangan saat masih dalam Rahim? Kita yang dipilih untuk memenangkan pertarungan sebagi sperma yang berebut untuk menuju sel telur! Kita yang masih diberi nikmat untuk bisa bernafas, menikmati hal yang meneduhkan pandangan, merasakan manisnya rasa cinta…? Emang Siapa kita….?

Saya mengkategorikan_a sebagai manusia Tolol ketika dengan ringan ia menjawab; “Emang udah takdir kita koq! Emang buat apa gue pikirin?” MasyaAllah…., “Fi Qulubihim maradha, faza dahumullahu maradha”. Dihati mereka telah hinggap seongok penyakit dan Allah makin menambahkan penyakit itu karna kebodohan mereka, kesombongan mereka… Skali lagi Akhi,ukhti… Na’udzubillahi min Dzalik…

Sebagai makhluq sempurna yang tercipta dibumi ini, sudah seyogyanya kita untuk mulai memikirkan…. “Siapa kita”. Dengan Akal kita berfikir…. Dengan Hati kita merasa… SIAPA KITA….